Baca Juga
Baca Juga
Kalau Belum Mampu Bayar Utang, Jangan Marahin Yang Nagih

Subhanallah, kita memang sudah memasuki masa, di mana orang
yang utang lebih galak daripada yang nagih.
Pas mau utang, datang dengan muka melas, tutur kata yang lembut,
sopan dan manis. Eh.. giliran ditagih pasang muka preman. Boroboro
ramah atau menjawab dengan ramah. Alih-alih meminta maaf
dan memberikan alasan kenapa belum bisa bayar utang, malah
Ada juga yang tiap ditagih jawabnya selalu tarsok-tarsok (entar,
besok-entar besok). Suka ngeles, ngasih alasan begini atau begitu
hanya untuk mengulur waktu.
Kalau udah gemes dan jengkel karena ditagih-tagih, langsung
ngilang bak ditelan bumi. Semua akses komunikasi dengan si
pemberi pinjaman bahkan sampai diblokir segala. Masya Allah!
Jangan heran, Tukang utang yang seperti ini memang udah pernah
dijelaskan oleh Rasulullah dalam hadits berikut ini:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di dalam shalat membaca
do'a: 'ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MIN 'ADZAABIL QABRI,
WA A'UUDZU BIKA MIN FITNATIL MASIIHID DAJJAAL, WA
A'UUDZU BIKA MIN FITNATIL MAHYAA WA FITNATIL MAMAAT.
ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL MA'TSAMI WAL
MAGHRAM (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur
dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al Masihid Dajjal, dan aku
berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian. Ya
Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan utang)'.
Tiba-tiba ada seseorang berkata kepada beliau, "Kenapa tuan
banyak meminta perlindungan dari utang?" Beliau menjawab,
"Sesungguhnya seseorang apabila berutang dia akan cenderung
berkata dusta dan berjanji lalu mengingkarinya." (HR Bukhari)
Padahal perkara utang itu nggak sepele lho Sob. Rasulullah sangat
mewanti-wanti umatnya perihal utang.
Telah mengabarkan kepada kami Ali bin Hujr dari Isma'il telah
menceritakan kepada kami Al 'Ala` dari Abu Katsir, budak
Muhammad bin Jahsy dari Muhammad bin Jahsy, dia berkata; "Kami
pernah duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
kemudian beliau mendongakkan kepala beliau ke langit kemudian
beliau meletakkan telapak tangan beliau pada kening beliau
kemudian bersabda: "Subhanallah, apakah yang telah diturunkan
dari sikap keras?" kemudian kami diam dan terkejut. Kemudian
setelah besok harinya saya bertanya kepada beliau; "Wahai
Rasulullah, sikap keras apakah yang telah diturunkan ini? Beliau
bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, seandainya
seseorang terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan, kemudian
terbunuh, kemudian dihidupkan, kemudian terbunuh dan ia memiliki
tanggungan utang maka ia tidak akan masuk Surga hingga
terbayarkan utangnya." (HR Nasa'i)
Na'udzubillah ya Sob. Masak gegara utang yang kita lalaikan, terus
kita nggak dibolehin masuk Surga.
Yuk Sob, mulai sekarang kita hindari utang. Kalau emang nggak
butuh-butuh amat, mending nabung deh buat beli sesuatu.
Baca Juga
loading...
Kalau Belum Mampu Bayar Utang, Jangan Marahin Yang Nagih
4/
5
Oleh
Unknown
